Kisah

Selasa, 01 Maret 2011

Katanya LDII itu...

Sekarang sedang ramai-ramainya orang membicarakan aliran-aliran sesat yang ada di Indonesia. Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab merusak tempat ibadah orang lain yang dianggap ajarannya sesat.

STOP! Tunggu dulu, jangan menganggap sesat orang lain jika tanpa bukti yang jelas.
Kita sebenarnya tidak boleh menuduh orang lain sesat hanya karena berbeda keyakinan dengan kita. Di dalam Riwayat Al Khadist juga di jelaskan, bahwa jika kita menuduh suatu kaum itu mengamalkan ajaran islam yang sesat, dan ternyata kaum itu tidak sesat, maka kesesatan itu akan kembali kepada diri si penuduh. Bukankah demikian? Maka hati-hatilah untuk mengatakan "sesat" pada suatu golongan islam.

Saya lebih memilih mengatakan Ahmadiah adalah ormas islam yang ajarannya ditolak oleh mayoritas pemeluk islam, daripada mengatakannya sesat. Organisasi islam lain di Indonesia yang terkadang dikatakan sesat adalah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Mungkin memang ajaran dan pengamalan simpatisan LDII sedikit berbeda dengan Ormas lain di Indonesia (misal, NU atau Muhammadiyah), tapi apakah layak kita sandangkan sesat pada orang LDII yang berpedoman kepada Al Qur'an dan Al Khadist, Menunaikan rukun islam dan rukun iman?

Banyak sekali hal-hal negatif tentang LDII ditulis dalam buku, blog, website dan lainnya, namun tulisan negatif tersebut malah menggelitik saya untuk mencari kebenarannya. Di dalam blog ini Insya Allah akan saya uraikan beberapa "katanya-katanya..." tentang LDII, saya tidak percaya katanya seh sebelum membuktikan sendiri. Silahkan baca tulisan saya, dan anda yang menentukan sendiri kebenarannya. Karena dibalik kebohongan mungkin tersirat kebenaran, dan dibalik kebenaran mungkin tersembunyi kebohongan, yang perlu anda lakukan adalah mencarinya!


PERHATIAN!
Saya hanya orang iseng yang menulis kebenaran apa adanya berdasarkan pengalaman, bukti, dan saksi, Tidak bermaksud membela ataupun menghujat golongan tertentu. Dan saya bukanlah simpatisan LDII