Kisah

Selasa, 01 Maret 2011

Apa LDII Punya Amir atau Imam?

Banyak orang yang menanyakan hal ini. Untuk mengetahui apakah mereka punya imam atau tidak, silahkan mengikuti pengajian umum yang dilaksanakan LDII, saat ini pengajian LDII terbuka untuk umum. Untuk mengikuti pengajian itu, caranya adalah anda berpakain biasa dan sopan. 

Menurut penuturan teman saya (Maaf, tidak bisa menyebutkan nama dan alamat) di suatu forum pengajian LDII selalu diawali dengan: 1. Syukur kepada Allah, 2. Syukur kepada para pejuang agama islam Rosullullah SAW, para sahabat dst, hingga menyebut para Imam mereka, yaitu Amir Nurhasan Al Ubaidah alm, Amir Abd. Dhohir alm, dan Amir  Abd. Aziz Sulton Auliyah (Amir sekarang), 3.  Terakhir, Syukur atas kehadiran para jama'ah dalam pengajian tersebut.

Gambar: Amir Abd. Aziz Sulton Auliya. (Sumber: Ldii Watch)

Dari pengajian itu saja kita tahu, kalau LDII mempunyai Amir atau imam. Selain itu ada pula pembantu-pembantu imam di tingkat PC disebut Imam kelompok, Di tingkat DPD Kabupaten disebut Imam daerah, dan Imam Pusat (Amir itu sendiri). Namun dalam urusan organisasi, Amir tidak mempunyai wewenang apa-apa selain sebagai tokoh ulama' atau Kiyai yang dihormati di LDII. Fungsi Amir di LDII masih misterius dan belum terungkap karena simpatisan LDII masih tertutup soal Amir mereka. 

Yang perlu anda sekalian ketahui, Selama ini amir LDII tidak pernah ada yang memerintahkan untuk berbuat jahat, memerintahkan merusak tempat beribadah umat lain, memerintahkan berbuat maksiat, malahan Amir LDII selalu memerintahkan untuk berbuat baik terhadap sesama (Budi Luhur, menurut bahasa LDII), dan yang paling penting amir LDII selalu memerintahkan untuk  patuh terhadap pemerintahan yang berlaku berdasar UUD 1945 dan Pancasila. Jadi, pernahkah anda melihat orang LDII melakukan sholat Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Ad'ha harinya berbeda dengan yang ditetapkan menteri agama? Tidakkan? Itu karena mereka patuh terhadap peraturan pemerintah.


PERHATIAN!
Saya hanya orang iseng yang menulis kebenaran apa adanya berdasarkan pengalaman, bukti, dan saksi, Tidak bermaksud membela ataupun menghujat golongan tertentu. Dan saya bukanlah simpatisan LDII